Senin, 10 November 2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN WACANA



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN WACANA PADA WEB UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU (UMRI)
Oleh: Wirda Sari. 5f(126210667)
Bahasa meliputi tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Wacana termasuk ke dalam satuan linguistik dari  sintaksis. Berdasarkan Depdiknas(2008:1553) wacana bermakna n 1. Komunikasi verbal, percakapan, 2. Ling keseluruhan tuturan yang merupakan suatu kesatuan, 3. Ling satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, sepertinovel, buku, artikel, pidato atau khotbah, 4. Ling kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis, kemampuan atau prosedur memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat, 5. Pertukaran ide secara verbal.
Berikut ini akan dibahas tentang kesalahan berbahasa tataran wacana yang terdapat pada Web Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), yang meliputi:
  • Print
Created on 2011-04-08
Written by Pengelola
Seleksi penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI)  berlansung khidmat dengan diikuti ratusan calon mahasiwa yang telah terjaring pada pendaftaran gelombang II (Dua) yang dibuka 29 Juli 2009 hinggal 28 Agustus 2009. Seleksi calon mahasiswa baru  di Kampus Utama Jalan K.H.Ahmad Dahlan No 88 Pekanbaru, Sabtu (29/8) lalu.
Para  peserta seleksi terlihat focus dan berkosentrasi dalam mengisi lembar jawaban yang telah disediakan panitia. Proses  penerimaan mahasiswa baru pada gelombang kedua ini dilaksankan satu hari dengan hasil yang sudah dapat diketahui pada 2 Sepetember 2009 lalu. Hal ini diutarakan Ketua Pantia Penerimaan Mahasiswa Baru UMRI 2009 Baidarus, M.Ag.,MM. diruangnya jalan KH. Ahmad Dahlan.

Adapun materi ujian bagi calon mahasiswa UMRI, kata Baidarus, menggunakan pola pemisahan antar kelompok studi IPA, IPS dan IPC.Untuk bidang IPA materi yang akan diujikan meliputi (Bahasa Indonesia, BahasaInggris, Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi) sedangkan untuk IPS yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, Geografi dan Sosiologi adapun IPC meliputi, Bahasa Indonesia, BahasaInggris, IPA Terpadudan IPS Terpadu. Ujianhanya di gelar sehari dan hasilnya akan diumumkan Rabu 02 September 2009. Kemudian registrasi peserta yang lulus dibuka 02 s/d 5 Sepetember 2009.

Ditanya tentang daya tampung, Baidarus menyebutkan, untuk tahun akademik 2009/2010 ini daya tampung UMRI ditetapkan hanya menerima 1000 mahasiswa baru. Tapi daya tamping itu bisa bertambah jika mahasiswa masih mendaftar  setelah digelar ujian gelembong ke II, maka akan dibuka untuk gelombang ke-III. "Kita optimis target penerimaan mahasiswa baru UMRI tahun ini akan tercapai. Ini mengingat UMRI semakin dipercayai masyarakat, ujar Kepal Biro UmumUmri. (Humas)


1.      Kesalahan dalam Kohesi
A.    Kesalahan Penggunaan pengacuan

Bentuk tidak baku:
a.       Kita optimis target penerimaan mahasiswa baru UMRI tahun ini akan tercapai.” Ini mengingat UMRI semakin dipercayai masyarakat, ujar Kepal Biro UmumUmri. (Humas)

b.      Selain itu, sebelum pelaksanaan wisuda, dia  terlebih dahulu telah dibekali dengan kegiatan pembekalan  jiwa kewirausahaan selama dua hari. Agar mental menciptakan lapangan kerja, bukan menjadi PNS.

Kedua wacana  di atas salah dalam menggunakan pengacuan. Penggunaan pengacuan yang tepat dalam wacana (1) bukan kita tetapi kami, sedangkan pengacuan yang tepat dalam wacana (2) bukan dia tetapi mereka. Sehingga kedua wacana di atas  dapat diperbaiki menjadi seperti berikut:

Bentuk baku:

a.       Kami optimis target penerimaan mahasiswa baru UMRI tahun ini akan tercapai.” Ini mengingat UMRI semakin dipercayai masyarakat, ujar Kepal Biro UmumUmri. (Humas)

b.      Selain itu, sebelum pelaksanaan wisuda, mereka  terlebih dahulu telah dibekali dengan kegiatan pembekalan  jiwa kewirausahaan selama dua hari. Agar mental menciptakan lapangan kerja, bukan menjadi PNS.


B.     Kekurang Efektifan wacana karean tidak ada pelesapan.

Bentuk tidak baku:
a.       Seleksi penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI)  berlansung khidmat dengan diikuti ratusan calon mahasiwa yang telah terjaring pada pendaftaran gelombang II (Dua) yang dibuka 29 Juli 2009 hinggal 28 Agustus 2009. Seleksi calon mahasiswa baru  di Kampus Utama Jalan K.H.Ahmad Dahlan No 88 Pekanbaru, Sabtu (29/8) lalu.

b.      Para  peserta seleksi terlihat fokus dan berkosentrasi dalam mengisi lembar jawaban yang telah disediakan panitia. Proses  penerimaan mahasiswa baru pada gelombang kedua ini dilaksankan satu hari dengan hasil yang sudah dapat diketahui pada 2 Sepetember 2009 lalu. Hal ini diutarakan Ketua Pantia Penerimaan Mahasiswa Baru UMRI 2009 Baidarus, M.Ag.,MM. diruangnya jalan KH. Ahmad Dahlan.

c.       Ditanya tentang daya tampung, Baidarus menyebutkan, untuk tahun akademik 2009/2010 ini daya tampung UMRI ditetapkan hanya menerima 1000 mahasiswa baru. Tapi daya tampung itu bisa bertambah jika mahasiswa masih mendaftar  setelah digelar ujian gelembong ke II, maka akan dibuka untuk gelombang ke-III.

Bentuk efektif ketiga wacana di atas, sebagai berikut:

a.       Seleksi penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI)  berlansung khidmat dengan diikuti ratusan calon mahasiwa yang telah lolos pada pendaftaran gelombang II (Dua) yang dibuka 29 Juli 2009 hinggal 28 Agustus 2009. Seleksi calon mahasiswa baru  di Kampus Utama Jalan K.H.Ahmad Dahlan No 88 Pekanbaru, Sabtu (29/8) lalu.

b.      Para  peserta seleksi terlihat fokus dan berkosentrasi dalam mengisi lembar jawaban yang telah disediakan panitia. Proses  penerimaan mahasiswa baru pada gelombang kedua ini dilaksankan satu hari dengan hasil yang sudah dapat diketahui pada 2 Sepetember 2009 lalu. Hal ini diutarakan Ketua Pantia Penerimaan Mahasiswa Baru UMRI 2009 Baidarus, M.Ag.,MM. diruangnya Kampus Utama  UMRI Jalan K.H.Ahmad Dahlan No 88 Pekanbaru.

c.       Ditanya tentang daya kapasitas penerimaan, Baidarus menyebutkan, untuk tahun akademik 2009/2010 ini daya kapasitas penerimaan. UMRI ditetapkan hanya menerima 1000 mahasiswa baru. Tapi daya tampung itu bisa bertambah jika mahasiswa masih mendaftar  setelah digelar ujian gelembong ke II, maka akan dibuka untuk gelombang ke-III.

C.    Kesalahan Penggunaan Konjungsi

Bentuk tidak baku:
a.       Para  peserta seleksi terlihat fokus dan berkosentrasi dalam mengisi lembar jawaban yang telah disediakan panitia. Proses  penerimaan mahasiswa baru pada gelombang kedua ini dilaksankan satu hari dengan hasil yang sudah dapat diketahui pada 2 Sepetember 2009 lalu.

b.      Untuk bidang IPA materi yang akan diujikan meliputi (Bahasa Indonesia, BahasaInggris, Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi) sedangkan untuk IPS yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, Geografi dan Sosiologi adapaun IPC meliputi, Bahasa Indonesia, BahasaInggris, IPA Terpadudan IPS Terpadu. Ujianhanya di gelar sehari dan hasilnya akan diumumkan Rabu 02 September 2009. Kemudian registrasi peserta yang lulus dibuka 02 s/d 5 Sepetember 2009.

Akan lebih tepat wacana di atas diganti seperti berikut ini,
        Bentuk baku:
a.       Para  peserta seleksi terlihat fokus dan berkosentrasi dalam mengisi lembar jawaban yang telah disediakan panitia. Proses  penerimaan mahasiswa baru untuk gelombang kedua ini dilaksankan satu hari dengan hasil yang sudah dapat diketahui pada 2 Sepetember 2009 lalu.

b.      Untuk bidang IPA materi yang akan diujikan meliputi (Bahasa Indonesia, BahasaInggris, Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi) sedangkan untuk IPS yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, Geografi dan Sosiologi dan untuk IPC meliputi, Bahasa Indonesia, BahasaInggris, IPA Terpadudan IPS Terpadu. Ujianhanya di gelar sehari dan hasilnya akan diumumkan Rabu 02 September 2009. Kemudian registrasi peserta yang lulus dibuka 02 s/d 5 Sepetember 2009.






ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PIDATO PEMIMPIN



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PIDATO MUKHLIS  HASIM  YAHYA “DEMOKRASI INDONESIA RAYA”
Oleh: Wirda Sari. 5f(126210667)
Berdasarkan Depdiknas (2008:1071) “ Pidato n 1. Pengungkapan pikiran di bentuk kata-kata yang ditunjukkan kepada orang banyak, 2. Wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak.
Pada pidato Mukhlis Hasim Yahya tentang “Demokrasi Indonesia Raya”, saya menemukan beberapa kesalahan dalam berbahasa yang akan dijelaskan berikut ini:
1.      Kesalahan berbahasa tataran sintaksis, penggunaan kalimat yang tidak logis

Bentuk tidak baku :
a.       Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul bersama dihari ini.
b.      Berdirilah demokrasi baru lewat baju demokrasi terpimpin ala orde baru.

Bentuk baku :
a.       Marilah kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul dihari ini.
b.      Berdirilah demokrasi baru lewat demokrasi terpimpin ala orde baru.

2.      Adanya pengaruh bahasa daerah

Bentuk tidak baku :
a.       Kemudian ini cobak dikembalikan lagi ketengah.
b.      Pancasila gak bisa jadi pancasila

Bentuk baku :
a.       Kemudian ini coba dikembalikan lagi ketengah
b.      Pancasila tidak bisa jadi pancasila

3.      Penggunaan konjungsi yang berlebihan

Bentuk tidak baku :
a.       Ya karena itulah yang ingin dicapai di negeri kita, itulah yang diperjuangkan Soekarno dan teman-teman.
b.      Karena situasional, karena keadaan yang tidak memungkinkan dia mendekat ke ajaran yang sosialisme dan komunisme.

Bentuk baku :
a.       Ya karena itulah yang ingin dicapai di negeri kita dan  yang diperjuangkan Soekarno serta teman-temannya.
b.      Karena situasional dan keadaan yang tidak memungkinkan dia mendekat ke ajaran  sosialisme dan komunisme.
4.      Keslahan dalam koherensi

Bentuk tidak baku :
a.       Karena 32 tahun memimpin akhirnya berubah menjadi presiden otoriter kemudian ini cobak dikembalikan lagi ketengah. Karena kita mendapat anugerah setiap orang mempunyai kedudukan yang sama. Kita harus memberikan lain bukan sekedar demokrasi apa pancasila.

5.      Penggunaan kata tanya yang tidak perlu

Bentuk tidak baku :
a.       Seluruh nilai-nilai ini harus dibangun di bawah bendera demokrasi Indonesia raya, yang apa pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka tunggal ika.

Bentuk baku:
a.       Seluruh nilai-nilai ini harus dibangun di bawah bendera demokrasi Indonnesia raya, yang berdasarkan pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka tunggal ika.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PIDATO KEAGAMAAN



ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PIDATO KEAGAMAAN DENGAN TEMA “SABAR”
Oleh: Wirda Sari. 5f(126210667)
Kesalahan berbahasa dianggap sebagai bagian dari proses belajar mengajar, baik belajar formal maupun secara tidak formal. Pangkal penyebab kesalahan berbahasa ada pada orang yang menggunakan bahasa yang bersangkutan bukan pada bahasa yang digunakannya.
Orang yang melakukan kesalahan berbahasa tidak dengan sendirinya berarti yang bersangkutan bersikap negatif. Sikap negatif terbentuk jika seseorang tahu atau sudah diberitahu bahwa ia telah melakukan kesalahan, tetapi enggan berusaha memperbaiki kesalahan tersebut. Orang yang kurang terampil berbahasa dapat menunjukkan sikap positif jika ia belajar dari kesalahan, memperhatikan saran, petunjuk, atau pendapat orang yang ahli, serta mengupayakan perbaikan pemakaian bahasanya.
Pada kesempatan ini saya akan menganalisis kesalahan berbahasa pada pidato keagamaan, orang yang hendak berpidato berarti hendaknya menggunakan bahasa yang benar, tidak hanya tata kalimat yang harus diperhatikan, namun bentuk kata juga harus diperhatikan dengan baik. Pada pidato keagamaan pada tanggal 3 november 2014 yang berjudul “Sabar”, saya menemukan kesalahan berbahasa dari berbagai tataran, yaitu:
1.      Kesalahan berbahasa tataran sintaksis
A.    Kalimat yang tidak logis

Bentuk tidak baku
a.       Pertama kali, marilah kita memanjatkan puji syukur yang tidak terhingga kepada Allah SWT.

Bentuk baku
a.       Pertama-tama marilah kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT.

B.     Adanya pengaruh bahasa daerah
Bentuk tidak baku
a.       Tanpa ijin dari Allah tak mungkin kita bisa hadir dan bermuwajjadah di temapat ini.

Bentuk baku
a.       Tanpa izin dari Allah SWT tidak mungkin kita bisa hadir bermuwajjadah di tempat ini.

C.    Penjamakan yang ganda
Bentuk tidak baku
a.       Para ulama-ulama dan segenap pengikutnya.
b.      Para bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara sekalian.

Bentuk baku
a.       Para ulama dan segenap pengikutnya.
b.      Para bapak, ibu dan saudara sekalian.

2.      Kesalahan berbahasa tataran wacana
A.    Kesalahan dalam koherensi

Bentuk tidak baku
a.       Oleh karena itu, seseorang yang tetap tegak bertahan, sehingga dapat menundukkan dorongan hawa nafsu secara terus menerus, maka ia termasuk orang yang sabar.
b.      Terhadap ujian itu, baik yang mengandung kenikmatan atau musibah, maka sifat sabar adalah sesuatu yang dapat mejadi penawar.
c.       Jika ada kesalahan maka hal itu karena khilaf dan kebodohan ilmu saya, mohon maaf atas segala kekurangannya.

Bentuk baku
a.       Oleh karena itu, seseorang harus tetap tegak bertahan untuk mengalahkan hawa nafsunya sendiri, orang-orang seperti itulah yang tergolong ke dalam orang-orang yang sabar.
b.      Dalam menghadapi ujian tersebut, baik yang yang mengandung kenikmatan maupun musibah, sifat sabar  itulah yang dapat menjadi penawarnya.
c.       Jika ada salah dan khilaf, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, yang benar itu datangnya dari Allah dan yang salah itu datangnya dari diri kita sendiri.

3.      Penggunaan Konjungsi yang Berlebihan
Bentuk tidak baku
a.       Untuk mengukur sejauh mana kadar keimanan dan kesabaran seseorang, maka Allah lalu melimpahkan suatu ujian.

Bentuk baku
a.       Untuk mengukur sejauh mana kadar keimanan dan kesabaran seseorang, maka Allah akan mengujinya dengan suatu ujian.